Jumat, 01 Agustus 2008

Nice View From Semanggi Point...



Angin malam yang berhembus merasuk menusuk tulang. Kerlip jutaan bintang di langit seperti tersenyum rayakan gemerlap malam yang ceria. Deretan meja dan kursi di pelataran resto dan café yang berada di atap gedung penuh sesak oleh ratusan orang yang datang menghabiskan malam di tempat yang cozy ini. Mereka seakan tak peduli oleh dinginnya angin malam.

Pelangi Sky Dining nama tempat ini. Terletak di lantai 10 di Plaza Semanggi (Pelangi), tempat ini tak dipungkiri sudah menjadi tempat hangout baru di kalangan anak gaul Jakarta. Konsep café dan resto dengan suasana di alam terbuka dengan view gedung bertingkat yang bermandikan cahaya dikala malam, sungguh membuat pengunjung betah untuk berlama-lama menghabiskan malam di tempat ini.

Deretan gedung bertingkat di kawasan segi tiga emas Sudirman-Thamrin, menambah sensasi suasana sebuah kota besar metropolitan. Aroma kesuksesan hidup sangat kental terasa. Alunan musik Top 40 yang mengalun terdengar merdu tanpa memekakan telinga. Ditambah lagi, langit malam dengan jutaan kerlip bintang yang berkilauan, sungguh menambah suasana jadi romantis

Malam Minggu itu suasana terlihat crowded. Umumnya para pengunjung datang berpasangan atau beramai-ramai bersama teman dan kerabat. Mereka tampak asyik menikmati malam disebuah tempat yang cozy, sambil menikmati cahaya lampu gedung bertingkat yang berada tepat dihadapan mereka.


Terlihat jelas, Gedung Menara Mulia, Bank Rakyat Indonesia, Gedung Universitas Khatolik Atmajaya, dan dari kejauhan terlihat pula Hotel The Sultan. Kemacetan lalu lintas Jakarta yang ruwet malah terlihat indah dari atas tempat ini.


Walau Pelangi Sky Dining bernuansa café modern, kuliner khas nusantara semacam sop buntut, nasi goreng, baso kuah ataupun gurame goreng / bakar, pisang goreng / bakar, atau kwetiau tersedia disini. Bagi yang berselera internasional, sajian steak & grilled, chicken steak, beef burger ataupun french fries juga sangat menggugah selera. Ada banyak pilihan tempat makan mulai dari Comedy Café sampai Dabelyuv, tentu saja dengan view yang menawan tergantung selera anda.

“Konsepnya open space sambil nikmati udara malam. Target pengunjung adalah orang-orang kantoran sekitar daerah Sudirman-Thamrin,” tempat ini sangat ramai saat jam pulang kantor. Hampir semua kursi yang tersedia bakal terisi penuh.“Sebenarnya tempat ini sudah buka sejak jam 10 pagi dan tutup sampai jam 01 pagi. Dan semua tempat duduk selalu terisi penuh, terutama after office hour,”


Mungkin yang menarik disetiap café dan tempat hangout adalah adanya hiburan live music yang membuat suasana jadi crowded. Di Pelangi Sky Dining setiap harinya tampil band-band lokal dari mulai jam 8-10 malam untuk menghibur para pengunjung.


“Kecuali hari Minggu, hari biasa dari Senin sampai Sabtu tampil band lokal membawakan lagu-lagu yang sedang havening,”


“Di tempat ini stress akibat pekerjaan bisa hilang. Suasana romantis dan santai bisa membuat kita tenang sejenak untuk melepaskan rutinitas hidup yang membuat kita jenuh,” ungkapnya lagi. suara canda dan tawa terdengar berbaur alunan musik yang dibawakan band yang sedang tampil dipanggung.

Malam semakin larut. Bintang-bintang dilangit sepertinya melirik nakal. Awan-awan pun tersenyum manja. Suasana malah semakin semarak dengan hilir mudik manusia urban dengan gaya hidupnya yang glamour. Pakaian yang modis serta asap rokok mengepul di hampir setiap meja makan semarakan pemandangan malam itu.


Lamunan aku pun melambung jauh ke dimensi tujuh. Dari atas tempat ini, suasana begitu crowded namun nyaman dan tenang, terasa bagai di suasana pesta. Makanan dan minuman berlimpah ruah. Namun dibawah sana, manusia lain penghuni Jakarta sedang berjuang berdesakan di kendaraan umum yang mengantarnya menuju rumah tempat beristirahat. Sebuah potret dialektika kehidupan khas metropolitan….